Empat Langkah Penting Untuk Melindungi Idemu

Empat Langkah Penting Untuk Melindungi Idemu

Sebagai pengusaha di bidang kreatif, setiap creativepreneur pasti memiliki segudang ide yang siap direalisasikan. Dengan penuh semangat, para creativepreneur lalu sibuk mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah usaha yang menghasilkan.

 

Terlalu sibuk memikirkan berbagai aspek agar usahanya semakin sukses, creativepreneur cenderung lupa melindungi ide dan berbagai hasil kreativitas yang terdapat dari usaha tersebut. Tak jarang creativepreneur berakhir gigit jari saat kompetitor mencuri ide-ide tersebut dan mengolahnya menjadi lebih baik.

 

logo

 

 

 

Pernah dengar tentang martabak toblerone? Martabak tersebut sudah terkenal sejak beberapa tahun lalu dan awalnya diproduksi sebuah toko martabak di Pecenongan. Sejak kemunculannya, martabak ini begitu terkenal dan menyebabkan antrian yang begitu panjang untuk memesannya.

 

martabak toblerone pic

 

Namun, sekarang makin banyak penjual martabak yang menggunakan toblerone. Tidak lagi hanya terpusat pada toblerone, banyak penjual martabak yang kini juga menggunakan bahan-bahan lain seperti coklat silverqueen atau bahkan marshmallow. Alhasil, ide martabak toblerone tidak lagi begitu spesial dan penjualan martabak di toko Pecenongan tersebut pun menurun.

Creativepreneur pernah mendengar hal serupa? Atau mungkin mengalaminya? Nah, untuk meminimalisir kemungkinan hal tersebut terjadi pada creativepreneur, berikut adalah tiga langkah penting untuk melindungi ide-ide kalian.

Pertama, ide tersebut harus diformulasikan agar berbentuk. Proses memformulasikan ide tersebut sering disebut sebagai ideation. Seringkali sebuah ide berhenti pada konsep mengawang-ngawang semata. Contoh sederhana adalah creativepreneur ingin membuat kue cubit dengan rasa berbeda dari berbagai kue cubit yang lagi hits saat ini, seperti kue cubit berbahan green tea atau nutella. Katakan saja creativepreneur ingin membuat kue cubit yang gurih, dengan menggunakan taburan sosis atau abon.

 

kue cubit

 

Untuk itu, creativepreneur harus membuat sebuah resep yang memang akan digunakan dalam membuat kue cubit tersebut. Dengan demikian, keinginan membuat kue cubit gurih bukan lagi konsep mengawang semata. Selain resep, creativepreneur juga mungkin dapat mulai memformulasikan bentuk dari kue cubit tersebut dan rancangan pengemasannya.

 

Pastikan bahwa creativepreneur mendokumentasikan keseluruhan hasil formulasi ide tersebut ya, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu jika harus membuktikan bahwa creativepreneur lah yang menghasilkan ide tersebut.

 

Setelah proses ideation tersebut selesai, langkah selanjutnya adalah pembuatan prototype dari ide kalian. Secara sederhana, prototype adalah contoh produk yang dikembangkan dari ide kalian tadi. Prototype ini bisa jadi bentuk awal dari produk yang akan creativepreneur pasarkan.

 

Setelah berhasil melakukan prototyping, langkah selanjutnya adalah membuat nonĀ¬-disclosure agreement atau perjanjian kerahasiaan. Perjanjian ini penting untuk memastikan bahwa pihak manapun tidak akan membocorkan segala keterangan yang diperoleh saat berdiskusi mengenai ide usaha kita tersebut. Jika pihak tersebut membocorkan, maka creativepreneur berhak untuk membawa masalah tersebut ke pengadilan.

 

NDA

Jadi, creativepreneur harus selalu memastikan bahwa rekan diskusi kalian tersebut terikat dengan non-disclosure agreement. Rekan tersebut bisa siapa saja, seperti graphic designer yang akan diajak kerjasama dalam membuat logo produk, atau web designer yang akan membuatkan website, atau pihak manapun yang sekiranya diajak berdiskusi dan berpotensi menjadi kompetitor, termasuk para calon investor.

 

Setelah ide telah menjadi produk dan produk sudah berhasil dikomersialisasikan, alangkah baiknya bila creativepreneur juga mendaftarkan produk dan segala bentuk kreativitas yang terkandung didalamnya untuk mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual dari Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

 

Dengan memiliki perlindungan hukum yang tepat, creativepreneur mempunyai hak yang lebih kuat dalam melakukan perlawanan melalui jalur hukum terkait dengan penyalahgunaan produk kalian oleh para pihak yang tidak berwenang.

 

Demikian empat langkah penting yang harus creativepreneur perhatikan dan laksanakan untuk memastikan bahwa ide dan produk usaha kalian terlindungi.

 

cropped-cliff_logo.png

 

Written By

KLIKONSUL