3 Tips Berbisnis dengan Teman

3 Tips Berbisnis dengan Teman

Berbisnis dengan teman sendiri rasanya adalah hal yang paling mudah untuk dimulai. Kalian sudah berteman lama, sudah kenal luar dalam, kompak dalam gairah membangun usaha bersama. Namun apakah memang selalu seperti itu?

 

Ada banyak sisi dalam diri manusia, dan si A yang Creativepreneur kenal baik, belum tentu sama sebagai seorang businessman. Mungkin sebagai sahabat, dia selalu mendukung Creativepreneur kapanpun kamu membutuhkannya. Namun sebagai partner usaha, apakah dia memiliki keuletan dan keterampilan yang Creativepreneur butuhkan?

 

7ae90b8242582ceeddea15a923e873a8

 

Tidak jarang bisnis sudah berjalan cukup lama, baru kita sadar bahwa ternyata sahabat tidak selamanya cocok dalam menjadi mitra usaha. Rasanya ingin ganti partner saja demi kemajuan bisnis, tapi kemudian bagaimana caranya memecat teman sendiri? Apakah persahabatan ini cukup kuat sehingga masalah dalam bisnis juga bisa diselesaikan dengan baik-baik? Jauh sebelum kita mencapai titik konflik itu, lebih baik kita sedia payung sebelum hujan. Berikut adalah 3 (tiga) tips dalam berbisnis dengan teman sendiri.

 

1. Tentukan tanggung jawab masing-masing partner

Sejak awal, tentukan Creativepreneur mengerjakan apa, temanmu mengerjakan apa. Perjelas batas tanggung jawab kalian, sehingga tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih. Perjelas pula garis tanggung jawabnya, sehingga jika terjadi sesuatu, tidak sulit untuk mencari tahu siapa yang harus membetulkannya. Tuangkan semuanya dalam bentuk tertulis, yang salinannya dipegang oleh seluruh partner. Tulis dengan rinci, dan jika masih ada hal-hal yang belum diatur, segera tambahkan dalam dokumen tersebut. Tanda tangani dokumen tersebut sebagai bentuk persetujuan kalian. Mungkin kesannya sepele, namun dokumen tersebut dapat berlaku sebagai perjanjian yang sah.

 

42ea5c96c1606f145f90bab95863dd07

 

2. Sepakati prinsip bersama

Mirip dengan tips di atas, penting untuk menetapkan prinsip-prinsip yang akan kalian anut dan pegang teguh bersama selama menjalankan bisnis. Sebagai contoh, prinsip keterbukaan. Jangan sampai ada rahasia di antara kalian, terutama mengenai hal-hal yang dapat mempengaruhi bisnis, seperti keadaan finansial misalnya. Ada pula prinsip itikad baik, bahwa segala masalah akan didiskusikan dan diselesaikan bersama-sama secara beradab. Supaya tidak ada yang tiba-tiba menghilang begitu saja karena merajuk. Bicarakan nilai-nilai apa saja yang akan kalian junjung dan sepakat untuk tidak melenceng dari sana.

 

b63f4c23eefab9e1577460b0eed46680

 

3. Cari pendapat pihak ketiga

Hubungan persahabatan yang sudah cukup lama dapat menimbulkan perasaan nyaman yang berpotensi membutakan seseorang dari kelemahan yang dimiliki orang lain. Kekurangan-kekuranganmu dan temanmu mungkin akan saling kalian maafkan dan maklumi, karena kalian pikir, “Yah, dari dulu orangnya emang gitu.” Bias ini apabila tidak segera ditanggulangi bisa saja akan memberikan pengaruh buruk pada bisnis kalian, sehingga kalian harus selalu awas. Cari pihak ketiga independen yang dapat menilai karakter dan bisnis kalian secara objektif. Jika perlu, cari seorang mentor berpengalaman yang dapat menjadi penasihat dalam bisnis kalian. Tidak usah tersinggung kalau ada hal-hal yang tidak enak didengar. Kita ambil pelajarannya saja.

 

309b44d202f60d184d1a8ad21742fcac

 

Pembicaraan-pembicaraan sulit penting untuk dilakukan di awal dan dituangkan dalam bentuk hitam di atas putih. Jika suatu hari nanti kalian menghadapi masalah, kalian bisa rujuk kembali dokumen kesepakatan yang pernah kalian tanda tangani bersama tersebut. Lebih mudah mengevaluasi kesalahan dan kekurangan apabila terdapat perjanjian tertulis. Tentunya bagaimana kalian mau mengelak dari kesepakatan yang sudah kalian buat sendiri?

 

Prinsip yang sudah disepakati di awal juga akan membantu kalian dalam menjaga persahabatan itu sendiri. Bahwa apa yang terjadi dalam bisnis, tidak mesti mengubah hubungan pertemanan yang selama ini telah dibina. Business is business, but friendship goes a long way. Pada akhirnya, mau tidak mau kita memang harus berteman dengan mitra bisnis sendiri, karena kita akan menghabiskan sebagian besar waktu kita dengan mereka. Mari kita jalin hubungan yang baik sejak awal.

 

logo

cliff_logo

 

Written By

KLIKONSUL